Tips Rahasia Merawat Mobil Bertransmisi Otomatis

TIPS & TRIK - Perkembangan teknologi industri otomotif  yang semakin maju, telah melahirkan era mobil bertransmisi otomatis yang semakin canggih di zaman modern ini. Masyarakat pengguna kendaraan roda empat ini pun, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai sistem perpindahan gigi yang biasa disebut matik ini, baik dari segi cara mengoperasikannya hingga perawatan yang diperlukan oleh mobil matic tersebut. Nah, pada kesempatan ini bagi anda yang masih awam dengan sistem transmisi mobil matic, Otomotif Hot akan memberikan tips rahasia untuk merawat mobil matik. 

Sistem transmisi otomatis merupakan inovasi dari para insinyur yang bekerja dalam bidang otomotif untuk memberikan kemudahan pengemudi dalam berkendara. Dari sisi harga mobil matik dalam kondisi baru memang dijual lebih mahal daripada mobil bertransmisi manual karena tambahaan biaya komponen otomatis tersebut. Hal inilah yang kemudian menyebabkan beredarnya imej di masyarakat kita, bahwa biaya perawatan mobil bertransmisi otomatis ini lebih mahal dan rumit.
Cara Merawat Mobil Dengan Sistem Transmisi Automatic
Kondisi tersebut tidak sepenuhnya benar, menurut salah satu pemilik bengkel spesialis mobil matik di bilangan Pondok Kopi Jakarta Timur, Adi Supriyadi menjelaskan bahwa merawat mobil matik sama saja dengan merawat mobil lainnya, intinya ada pada perawatan rutin dan servis yang dilakukan secara berkala. Pemilik bengkel bernama Auto Tekno itu kemudian menjelaskan lebih detil, bahwa yang harus mendapat perhatian penting adalah selalu melakukan pengecekan terhadap semua pelumas, terutama untuk oli transmisi matiknya.

Lebih lanjut Adi menerangkan, penggantian oli transmisi matic menurut ketentuan dari para pabrikan adalah setiap pemakaian telah mencapai 40.000 km. Namun, ketika mengganti oli tersebut juga harus diikuti pengecekan beberapa komponen lain seperti seal/karet, apakah masih bagus atau sudah aus, sebab bila kondisinya sudah aus akan menyebabkan oli transmisi bocor, sehingga oli tersebut berkurang dan akhirnya merusak sistem transmisi matiknya itu sendiri.

Untuk mobil matik dengan intensitas pemakaian pada kondisi jalanan yang padat dan macet seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya, Adi menyarankan bahwa penggantian oli transmisi matik sebaiknya dilakukan sebelum mencapai 40 ribu kilometer, yakni bisa setiap 15.000 - 20.000 km itu akan lebih baik, tambahnya. Mengganti beberapa komponen pada sistem transmisi automatic yang sudah rusak juga menjadi hal yang penting dalam merawat mobil bertransmisi otomatis. Usia ketahanan komponen tersebut memang berbeda-beda, tergantung kualitas dan pemakaiannya, seperti misalnya ada komponen yang rusak setelah usia mobil mencapai 5 Tahun, atau ada yang baru rusak setelah 10 tahun. Selain itu menurut Adi untuk mobil matik buatan Jepang komponennya lebih cepat beresiko rusak/aus dibanding mobil bertransmisi otomatis produksi Eropa, hal itu memang disebabkan karena perbedaan kualitasnya.

sumber : http://kompas.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tips Rahasia Merawat Mobil Bertransmisi Otomatis