Tips Berkendara Aman Ketika Membawa Anak di Mobil

TIPS & TRIK - Menjelang hari lebaran tahun ini, para keluarga muslim yang berada di perantauan biasanya sudah merencanakan perjalanan "mudik" menuju kampung halamannya masing-masing. Berbagai keperluan pun dipersiapkan agar perjalanan tersebut dapat berjalan lancar dan menyenangkan. Kondisi kendaraan yang prima dan beberapa perlengkapan penunjang harus benar-benar dicek agar tidak mengalami masalah yang mengganggu selama perjalanan. 

Perjalanan bersama keluarga dalam suasana menjelang lebaran biasanya diwarnai oleh lalu lintas yang sangat padat, dan hal ini tentunya memerlukan kondisi pengemudi yang fit dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di jalan raya. Anak kecil biasanya selalu kita prioritaskan untuk mendapatkan kenyamanan saat berada di dalam mobil, namun ada hal-hal yang justru menurut kita bisa membuatnya nyaman tapi ternyata dari sisi keselamatan malah membahayakan. Hal-hal yang sepertinya sepele malah kadang-kadang sering kita acuhkan, namun hal yang tidak kita inginkan bisa saja terjadi secara tidak terduga. Oleh karena itu sebaiknya kita menjaga dan mencegahnya dari awal. Nah, untuk itu pada kesempatan ini kami akan berbagi tips berkendara secara aman ketika membawa anak kecil di dalam mobil. Langsung saja kita simak tips-nya di bawah ini :

1. Anak kecil dilarang duduk di jok depan. Kebanyakan orang tua belum mengetahui hal ini, bahkan diantara mereka sengaja menempatkan anaknya di depan dengan alasan supaya lebih nyaman karena di belakang si anak suka mengalami gejala pusing ataupun mabuk perjalanan. Pada mobil-mobil yang sudah dilengkapi dengan piranti penunjang keselamatan kantung udara (airbag), hal ini sudah jelas dilarang seperti tertera dalam peringatan yang terdapat pada tutup pelindung sinar matahari (sun visor) untuk penumpang jok depan. Di sana sudah jelas tertera gambar yang menjelaskan larangan untuk seorang bertubuh kecil atau anak-anak untuk duduk di kursi penumpang depan. 

Anak Kecil dilarang Duduk Di Jok Depan
Hal ini sesuai dengan petunjuk keselamatan yang terdapat pada buku manual kendaraan yang menyebutkan bahwa kebanyakan sabuk pengaman di jok depan tidak di desain untuk anak kecil.  Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam menggunakan sabuk pengaman diantaranya melalui 3 titik aman yaitu angkur sabuk tidak boleh lebih rendah dari level bahu, sabuk bahu harus melintang melewati bahu tapi jangan terkena pada leher dan sabuk pangkuan harus serendah mungkin di atas pinggul. Dengan syarat tersebut otomatis petunjuk keselamatan tersebut belum bisa diterapkan pada anak yang masih kecil. Jika hal ini dilakukan maka resikonya sabuk tersebut bisa melukai leher atau kepala sang anak karena fitur refraktor pengunci darurat (Emergency Locking Refractor/ELR) untuk menghentikan sabuk yang mengendur tiba-tiba dan pretensioner yang berfungsi mengeratkan sabuk bekerja bekerja bersama-sama saat terjadi kecelakaan. Bila sabuk pengaman melilit di leher atau bagian tubuh lainnya pada anak kecil dan sulit untuk dilepaskan maka sebaiknya langsung digunting saja.

Selain bisa terluka karena sabuk pengaman, ternyata airbag (kantung udara) yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan dengan benda keras di depan penumpangnya, malah bisa menyebabkan kematian atau cedera serius karena memiliki tekanan untuk mengembung yang sangat kuat, apabila terkena pada anak kecil.

2.  Anak tidak boleh duduk dipangku. Hal ini masih berkaitan dengan fungsi sabuk pengaman yang hanya berguna untuk satu orang penumpang. Apalagi jika dipangku oleh  pengemudi akan menyebabkan cedera yang fatal karena bila terjadi kecelakaan anak akan terjepit oleh lingkar kemudi yang terdorong ke dalam akibat benturan keras. 

3. Atur posisi mengemudi dengan jarak teraman sesuai yang ada di buku manual kendaraan. Salah satu contohnya seperti yang terdapat pada buku manual Toyota Fortuner 2014 yang mengatur jarak teraman untuk sopirnya yaitu lebih dari 250 mm dari airbag. Jarak tersebut dihitung dari pusat roda kemudi hingga ke tulang rusuk sang pengemudi.

4. Penumpang yang berada di jok depan jangan duduk di ujung jok dan jangan menunduk.

5. Jangan menyimpan benda apapun di depan penutup kantung udara, karena kemungkinan bisa terlempar keras dan mencederai penumpang jika airbag mengembang. 

Jok tambahan khusus bayi pada kursi belakang dengan memanfaatkan fitur Isofix
6. Sesuai dengan rekomdasi para produsen mobil seharusnya anak kecil duduk di kursi belakang dan tetap harus menggunakan sabuk pengaman. Bila anak tersebut masih bayi gunakanlah jok tambahan khusus bayi pada kursi belakang dengan memanfaatkan fitur Isofix untuk menguncinya jika tersedia.

Itulah beberapa tips berkendara secara aman jika membawa anak kecil di dalam mobil, semoga tips ini bermanfaat khususnya bagi anda yang akan melakukan perjalanan mudik bersama keluarga tercinta di hari lebaran nanti. Terima kasih, salam  HOT selalu ;)

sumber : http://www.kompas.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tips Berkendara Aman Ketika Membawa Anak di Mobil